Halilhodzic Tinggalkan Kursi Kepelatihan Aljazair

Medan - Vahid Halilhodzic tak akan lagi menjadi pelatih Aljazair. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama tim 'Rubah Padang Pasir'.

Halilhodzic sudah menangani Aljazair sejak tahun 2011. Kala itu dia meneken kontrak yang berdurasi tiga tahun.

Halilhodzic kemudian sukses membawa anak asuhnya lolos dari fase grup Piala Dunia usai menempati posisi kedua klasemen akhir Grup H dengan nilai 4 hasil dari satu kali kemenangan, satu kali seri, dan sekali kalah. Keberhasilan lolos ke babak 16 besar menjadi sejarah bagi Aljazair karena ini adalah kali pertama mereka menembus babak knock-out.

Di babak 16 besar, Aljazair bertemu dengan tim kuat asal Eropa, Jerman. Namun pada fase inilah langkah Aljazair harus terhenti. Meski tampil impresif, Islam Slimani dkk. akhirnya kalah 1-2 lewat babak perpanjangan waktu, Senin (30/6/2014) lalu.

Enam hari usai kekalahan tersebut, Halilhodzic memutuskan untuk tak memperpanjang kontraknya sebagai pelatih Aljazair yang habis seiring dengan kegagalan timnya di Piala Dunia.

"Hari ini, setelah tinggal di Aljazair selama tiga tahun, kewajiban pada keluarga dan tantangan baru di dunia olahraga memperkuat keputusan saya ini," ucapnya di laman resmi Federasi Sepakbola Aljazair (FAF) yang dilansir dari Soccerway.

"Saya meninggalkan negara ini dengan kebanggaan atas rekor yang dicapai dan sesuai dengan target FAF," lanjut pelatih 61 tahun itu.

"Saya tak lupa berterima kasih kepada Presiden FAF, Mohamed Raouraoua, yang telah bekerja sama dengan saya selama tiga tahun untuk meraih tujuan dan membuat keputusan yang melancarkan misi sulit ini."

"Saya juga menaruh hormat kepada seluruh pemain dan staf teknis, medis, dan administrasi yang selalu membantu sepanjang misi saya."

"Saya akan selalu menjaga kenangan indah dari keramahan yang luar biasa dari masyarakat Aljazair, yang mendukung saya sejak hari pertama saya tiba dan tetap setia," imbuhnya.

Komentar

Postingan Populer